Mahasiswa KPM STAIMAS Diterima di Pokoh Kidul, Berikut Pesan-pesan Kades
Wonogiri – Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAI Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri yang tergabung dalam Kelompok 07 resmi memulai pengabdian di Dusun Kajar, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Selasa (7/7/2026). Selama 45 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Prosesi penerimaan mahasiswa berlangsung di Balai Desa Pokoh Kidul, Dusun Karangtalun, dan dihadiri oleh Kepala Desa Pokoh Kidul Wuryatno, Sekretaris Desa, Kepala Dusun Kajar, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KPM. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai acara tersebut sebagai awal terjalinnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
Ketua Kelompok KPM, Eka, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Pemerintah Desa Pokoh Kidul yang telah menerima mahasiswa dengan terbuka. Ia menjelaskan bahwa selama masa pengabdian, mahasiswa telah menyiapkan sejumlah program kerja yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap KPM ini tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Pokoh Kidul,” ujarnya.
Koordinator DPL Kelompok 1, Nadhiroh, S.Sos.I., M.I.Kom., turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, KPM merupakan media pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung.
“Melalui KPM, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama dalam menyelesaikan persoalan di lapangan,” jelasnya.
Agenda itu juga dihadiri DPL Kelompok 1 lainnya, Dr. Dewi Agustini, S.Sos., M.M. Wuryatno secara resmi menerima kehadiran mahasiswa KPM dan memberikan sejumlah pesan penting sebagai bekal selama menjalankan pengabdian.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dengan menjunjung tinggi etika, menghormati budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh warga.
“Silakan berbaur dengan masyarakat, ikuti kegiatan desa, dan jangan sungkan untuk berdiskusi dengan warga. Jadilah bagian dari masyarakat, bukan sekadar tamu. Jika mampu memahami kondisi masyarakat secara langsung, saya yakin program yang dijalankan akan lebih bermanfaat dan tepat sasaran,” pesan Wuryatno.
Ia juga berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan KPM untuk menggali potensi Desa Pokoh Kidul sekaligus memberikan gagasan-gagasan kreatif yang dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Wuryatno mahasiswa harus berusaha melakukan yang terbaik dengan doa dan usaha.
Acara penerimaan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar seluruh rangkaian kegiatan KPM selama 45 hari diberikan kelancaran, keselamatan, serta membawa manfaat bagi masyarakat maupun mahasiswa.
Usai prosesi penerimaan, mahasiswa langsung memulai proses adaptasi dengan melakukan silaturahmi kepada tokoh masyarakat. Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Sarmin, Ketua RT 02 RW 06 Dusun Kajar, dilanjutkan ke rumah Joko Pamudi, Ketua RW 06. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai informasi mengenai kondisi sosial, budaya, dan potensi wilayah yang akan menjadi dasar penyusunan program kerja.
Sebagai bentuk komitmen membangun kedekatan dengan masyarakat, mahasiswa juga menghadiri pertemuan rutin Karang Taruna Dusun Kajar di rumah Kabul. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Candra, Ketua Karang Taruna, beserta para pemuda setempat.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa dan generasi muda desa dalam merancang berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat selama pelaksanaan KPM.
Dengan dimulainya pengabdian di Desa Pokoh Kidul, mahasiswa KPM STAIMAS Wonogiri diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program kerja, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan inovasi, memperkuat semangat gotong royong, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
Sumber: didiknews.com