92 Mahasiswa Staimas Wonogiri Diwisuda, Termasuk Empat Pasang Suami-Istri - Suara Merdeka Solo
WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri mewisuda 92 lulusannya di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri, Sabtu (9/11/2024).
Yang menarik, ada empat pasang suami-istri dan dua kakak-beradik yang turut wisuda bersamaan dalam kesempatan itu.
Wisuda dihadiri Sekretaris Kopertais Wilayah X Jateng Prof Dr Rokhmadi, Pembina Yayasan Karya Emas Center (YKEC) Endang Maria Astuti, Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Sriyanto, jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta dari Solo dan sekitarnya.
Peserta wisuda, sebanyak 8 orang dari program studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), 18 wisudawan dari Prodi Hukum Tata Negara (HTN), 52 wisudawan dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 14 orang dari Prodi Ekonomi Syariah (ES).
Wisudawan tertua yakni Suratmin, kelahiran Wonogiri 27 Agustus 1958, atau berusia 66 tahun. Dia merupakan mahasiswa Prodi KPI. Salah satu motivasi Suratmin yaitu ingin memberi semangat kepada anak-anaknya dan para pemuda bahwa menuntut ilmu tidak mengenal usia.
Di samping itu ada dua kakak beradik yang diwisuda bersama. Mereka adalah Gusti Alfian Fauzan-Ardillah Agnaina Aulia dan Dawut Tri Wahyudi-Wahyu Zainal Arifin.
Empat pasangan suami-istri juga turut wisuda bersamaan. Mereka adalah Suyato-Afifah Risdiana, Mujahidin-Pajar Apriliana, Muhamad Fajar Prasetyo-Nia Purnami, dan Wahyu Utomo-Devi Istiana.
Anggota DPRD Wonogiri, Romadhani Andang Nugroho juga menjadi salah seorang wisudawan dalam acara tersebut.
Ketua YKEC yang menaungi Staimas Wonogiri Anfasa Azwan Izza Perdana mengatakan, Staimas sudah dua kali menggelar wisuda. Jumlah wisudawan tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu yang sejumlah 64 mahasiswanya.
Fasa berpesan kepada wisudawan bahwa tanggung jawab akademik di masyarakat belum selesai.
"Ketika kembali ke masyarakat ada tanggung jawab yang melekat, bahwa ilmu dan gelar akademik harus bermanfaat bagi masyarakat," pesannya.
Di sisi lain, pihaknya berupaya meningkatkan status Staimas, dari sekolah tinggi menuju institut. Jika menjadi institut, akan lebih banyak pilihan program studi dan lebih terbuka untuk seluruh kalangan.
Sumber: solo.suaramerdeka.com